Menangis untuk Imam Husein

bersama Ustadz Abdullah Beik, MA

 Tanya

Saya sudah berkali-kali mengikuti acara-acara peringatan duka seperti Asyura, Arbain, atau syahadah para imam lain. Tapi sampai sekarang saya sangat sulit untuk menangis. Padahal yang saya dengar, pahala tangisan itu sangat besar. Saya sering merasa iri dengan mereka yang sangat mudah menangis meneteskan air mata.  Pertanyaan saya:

  1.  Apakah orang seperti saya, yang hanya bisa merasa sedih, tapi tidak bisa sampai meneteskan air mata, juga mendapatkan pahala?
  2. Bagaimanakah caranya supaya saya bisa meneteskan air mata?
  3. Bolehkan saya melakukan hal-hal yang menyakiti diri sendiri (seperti memukul tubuh sekeras mungkin, atau membuat tubuh sampai berdarah) supaya saya betul-betul merasakan penderitaan para imam, dan dengan itu akhirnya saya bisa menangis?

Jawab

  Yuk Baca Selengkapnya…

Perempuan dan Jihad

Euis Daryati, M.A.

Menurut hukum primer (hukmu awwali), perempuan tidak diwajibkan untuk pergi berjihad. Tentunya, Allah swt telah membedakan hukum tersebut bersandarkan pada kemaslahatan dan spesifikasi perbedaan kodrat penciptaan keduanya, bukan karena atas dasar diskriminasi.

Namun demikian, kendatipun perempuan tidak wajib berjihad dengan mengangkat senjata, mereka dapat dilibatkan untuk menjadi perawat para korban perang. Atau, membantu menyediakan hal-hal yang diperlukan dalam perang, seperti  menyediakan konsumsi untuk para tentara, sebagaimana yang telah dilakukan kaum perempuan pada zaman Rasulullah. Yuk Baca Selengkapnya…

 Page 1 of 6  1  2  3  4  5 » ...  Last »