Menu Click to open Menus
Home » Bahasan Utama » Sudahkah Kita Lulus dari Madrasah Ramadhan?

Sudahkah Kita Lulus dari Madrasah Ramadhan?

(70 Views) September 21, 2012 5:01 am | Published by | No comment

Puasa Ramadhan sebulan penuh tidaklah sekadar mengubah waktu makan. Puasa Ramadhan disyariatkan sebagai madrasah, atau sekolah, kehidupan. Rumi bersyair tentang shaum: Rasa manis yang tersembunyi, Ditemukan di dalam perut yang kosong ini! Ketika perut kecapi telah terisi, ia tidak dapat berdendang, Baik dengan nada rendah ataupun tinggi. Jika otak dan perutmu terbakar karena puasa, Api mereka akan terus mengeluarkan ratapan dari dalam dadamu. Melalui api itu, setiap waktu kau akan membakar seratus hijab. Dan kau akan mendaki seribu derajat di atas jalan serta dalam hasratmu.

Apa yang diungkapkan Rumi seolah menjelaskan hadis mi’raj, yang dicatat dalam kitab Bihar Al Anwar. Diriwayatkan, Rasulullah SAWW berkata, “Wahai Tuhanku, apa efek dari shaum?” Allah berfirman, “Shaum melahirkan kebijaksanaan. Kebijaksanaan melahirkan ma’rifat. Ma’rifat melahirkan keyakinan. Jika seorang hamba sudah yakin, maka dia tidak akan memikirkan lagi hidupnya, apakah akan sulit atau mudah.” Kini, ketika Ramadhan sudah berlalu, tibalah saatnya untuk introspeksi diri. Sudahkah kita lulus dari madrasah Ramadhan? Untuk menjawabnya, tentu kita memerlukan indikator kelulusan. Menurut Ustadz Fajruddin Mukhtar, Lc, ada beberapa indikator ‘kelulusan shaum’ kita. Pertama, saat berpuasa, kita dilarang makan makanan yang halal, apalagi yang haram. Artinya, kalau yang halal saja sudah berhasil dijauhi, seharusnya yang haram dengan mudah ditinggalkan. Imam Ali a.s. menegaskan, jangan jadikan perutmu sebagai kuburan hewan. Kalau menjadikan perut sebagai kuburan hewan pun tidak boleh, apalagi menjadikan perut kita sebagai kuburan bagi manusia lainnya. Jika kita merebut hak orang lain, merebut hak anak yatim, korupsi, menyia-nyiakan jam kerja dengan berlehaleha, tidak menunaikan zakat, infak, dan sedekah, maka itu sama dengan menjadikan perut kita sebagai kuburan orang lain. Apakah semua perilaku buruk itu masih kita lakukan, atau sudah bisa ditinggalkan setelah berlatih puasa sebulan penuh?

Categorised in:

No comment for Sudahkah Kita Lulus dari Madrasah Ramadhan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>